Inklusi Non-logam dalam Aluminium: Mekanisme Pembentukannya

Slag yang tercampur ke dalam ingot atau inklusi non-logam lainnya yang masuk ke dalam ingot disebut inklusi non-logam, yang umumnya dikenal sebagai inklusi slag.

Struktur makroskopisnya ditandai dengan tidak adanya bentuk tetap, lubang-lubang hitam, dan tidak adanya batas yang jelas dengan matriks. Karakteristik inklusi non-logam hanya dapat terungkap dengan jelas setelah sampel ingot dengan perbesaran rendah mengalami erosi difus oleh larutan air alkali.

Struktur retakan ditandai dengan adanya garis-garis, blok, atau serpihan berwarna hitam, yang sangat berbeda dengan warna matriks dan mudah dibedakan. Ciri-ciri mikrostrukturnya sebagian besar berupa jaringan tak teratur berwarna hitam yang berbentuk gumpalan, yang terdiri dari garis-garis hitam dan memiliki perbedaan warna yang jelas dibandingkan dengan matriks berwarna putih.

Inklusi Non-logam

Mekanisme Pembentukan Inklusi Non-logam

Inklusi non-logam biasanya berupa fluks, terak, lapisan tungku, kotoran berminyak, lumpur, serta blok-blok besar oksida, nitrida, karbida, dan sulfida yang masuk ke dalam ingot bersama logam cair selama proses pengecoran, dan terak tersebut dihilangkan dari cairan logam. Proses ini tidak sepenuhnya tuntas sehingga membentuk gumpalan di dalam ingot setelah pengecoran.

Inklusi non-logam merusak kontinuitas logam dan menjadi penyebab retakan pada ingot, pelat, dan produk lainnya; inklusi pada pelat juga dapat menyebabkan terbentuknya lapisan-lapisan; inklusi menurunkan kekuatan dan elongasi produk; inklusi akan merusak kepadatan udara pada komponen.

Inklusi Non-logam: Langkah-langkah Pencegahan

Jaga agar bahan bakar tungku tetap bersih dan bersihkan secara menyeluruh minyak, kotoran, debu, serta kelembapan yang terdapat pada bahan bakar utama dan bahan bakar tambahan.

Tungku tersebut, mencuci dan kotak sifon harus dibersihkan.

Lakukan pemurnian penghilangan terak dengan cermat; suhu pemurnian berada pada batas atas suhu pengecoran, waktu diam dipastikan terpenuhi, dan kain kawat kaca digunakan pada pelat aliran.

Persingkat jarak transfer sebanyak mungkin, ciptakan kondisi transfer yang baik, tutup celah terbuka pada saluran tuang, pelat aliran, dan corong, cegah fluktuasi ketinggian cairan logam, serta gunakan tingkat pengecoran yang sama sebanyak mungkin.

Panggang alat-alat tersebut hingga matang, dan bersihkan kompor serta alat-alat lainnya dengan hati-hati setelah proses pengecoran.

Tingkatkan suhu pengecoran untuk meningkatkan kelancaran logam dan membuat terak mengapung.

Leave a Reply