Dalam proses pengecoran batang aluminium, cairan aluminium di dalam tungku peleburan perlu melalui proses penghilangan gas dan penyaringan. Biasanya, proses ini memerlukan bantuan sistem penghilangan gas dan sistem penyaringan. Selanjutnya, cairan aluminium tersebut mengalir ke dalam sistem pengecoran aluminium melalui saluran tuang tahan api, dan kemudian dituang menjadi batang aluminium.

Saluran Tahan Api untuk Aluminium Cair
Meskipun aluminium cair akan dibersihkan dari endapan sebelum mengalir keluar dari tungku pencampur, sulit untuk membersihkannya secara menyeluruh, sehingga tak terhindarkan akan mengandung kotoran seperti kalsium oksida. Ketika aluminium cair mengalir melalui saluran tahan api, permukaan aluminium cair tersebut bersentuhan dengan udara di area yang luas dan teroksidasi menjadi aluminium oksida. Hal ini akan sangat memengaruhi kualitas batang aluminium yang dicetak, dan kotoran-kotoran ini harus dibersihkan.
Aluminium cair yang mengalir keluar dari tungku masuk ke tangki pengendapan melalui saluran tahan api. Karena bendungan saluran pengecoran terletak di tengah tangki sedimentasi, bagian bawah sekat tersebut berada lebih tinggi daripada dasar tangki sedimentasi dan lebih rendah daripada dasar saluran aliran, sehingga cairan aluminium akan mengalir ke bawah.
Melalui celah di bawah bendungan saluran pembuangan, cairan tersebut kemudian mengalir keluar dari saluran aliran di sisi lain tangki pengendapan. Dengan cara ini, aluminium cair membentuk lintasan aliran berbentuk “U” di dalam tangki pengendapan. Hal ini memperpanjang waktu tinggal di dalam tangki pengendapan aluminium cair, sehingga memungkinkan kotoran seperti kalsium oksida yang tercampur dalam aluminium cair memiliki waktu yang cukup untuk mengendap.

Bendungan Saluran Tahan Api
Karena kepadatan kotoran lebih rendah daripada kepadatan aluminium cair, kotoran tersebut akan secara bertahap mengapung ke permukaan aluminium cair, dan aluminium oksida yang terbentuk akibat kontak antara aluminium cair dan oksigen juga mengapung di permukaan aluminium cair.
Karena adanya bendungan penampung, kedua jenis kotoran ini tertahan di sisi tangki sedimentasi dan tidak masuk ke proses pengecoran selanjutnya, sehingga menjamin kualitas batang aluminium. Kotoran-kotoran ini dapat tenggelam ke dasar kolam setelah cairan aluminium mengalir keluar dan dibersihkan secara merata. Pembersihan kotoran ini lebih praktis dibandingkan dengan proses pengecoran tradisional, sekaligus mengurangi beban tenaga kerja secara signifikan.








