Proses pemurnian logam cair paduan aluminium merupakan salah satu langkah dasar dalam memproduksi coran aluminium berkualitas tinggi, sekaligus merupakan cara utama untuk meningkatkan sifat-sifat menyeluruh paduan aluminium. Efek pemurnian logam cair paduan aluminium memiliki pengaruh penting terhadap pembentukan porositas dan inklusi, serta secara langsung memengaruhi sifat fisik, sifat mekanik, dan sifat fungsional coran aluminium.

Di bidang kedirgantaraan dan bidang teknis lainnya, penggunaan komponen paduan aluminium berukuran besar semakin meluas, dan persyaratan terhadap komponen tersebut pun semakin tinggi. Selain harus memastikan komposisi kimianya, sifat mekanisnya, dan ketepatan dimensinya, coran tersebut tidak boleh memiliki cacat seperti penyusutan, porositas, kebocoran, inklusi terak, dan cacat lainnya.
Tanpa paduan aluminium cair berkualitas tinggi, sulit membayangkan hasil coran berkualitas tinggi, meskipun proses pemurnian butiran yang dimodifikasi lebih efektif dan pengendalian prosesnya sudah canggih. Dan begitu cacat sudah ada sejak awal, meskipun proses pengecoran dan perlakuan panas yang tepat diterapkan, cacat tersebut akan tetap ada secara membandel dan sulit diperbaiki. Oleh karena itu, orang-orang sangat memperhatikan keberadaan gas dan inklusi dalam lelehan paduan aluminium cor, serta mengambil berbagai langkah untuk menghilangkan gas dan inklusi tersebut dari lelehan paduan aluminium.
Saat ini, proses pengolahan menyeluruh yang mencakup pemurnian murni dan penyempurnaan homogen pada logam cair paduan aluminium dianggap sebagai masalah teknis mendasar yang umum dan perlu diselesaikan guna memperoleh paduan aluminium berkualitas tinggi. Terdapat banyak penelitian terkait, seperti berbagai metode pemurnian (sistem penghilangan gas secara daring dan Sistem penyaringan CFF) untuk penghilangan gas dan penghilangan terak pada lelehan aluminium, berbagai metode perlakuan medan listrik dan medan magnet pada lelehan, penelitian mengenai pengaruh struktur lelehan paduan dan riwayat termal terhadap struktur pengkristalan, penelitian mengenai paduan aluminium dengan pengkristalan cepat/metalurgi serbuk, dan sebagainya.

Di sisi lain, proses modifikasi dan pemurnian melalui peleburan masih menjadi tahap utama yang menyebabkan pencemaran lingkungan dalam proses produksi paduan aluminium cor. NaCl, NaF, KCl, dan Na₃AIF₆ masih banyak digunakan dalam modifikasi paduan aluminium. Garam-garam ini memiliki dampak korosif yang serius terhadap lingkungan, serta dapat menyebabkan kerusakan pada tubuh dan tulang para pekerja.
Dalam beberapa tahun terakhir, Sr (strontium) telah digunakan sebagai zat yang bekerja dalam jangka panjang pengubah untuk menggantikan modifikasi Na karena durasi modifikasi Na yang singkat.
Selain itu, dampak utama terhadap lingkungan yang disebabkan oleh proses pemurnian Cl₂ adalah gas klorin dan gas klorin. Meskipun masyarakat telah menyadari keseriusan masalah ini dan berupaya memperbaiki proses tersebut serta memilih bahan pemurnian yang tidak beracun dan beracun rendah guna mengurangi atau mengatasi pencemaran lingkungan, upaya yang telah dilakukan selama bertahun-tahun masih belum memuaskan.







