Pabrik peleburan aluminium sekunder melakukan pengolahan dan peleburan skrap aluminium, perlakuan metalurgi dan pemurnian cairan peleburan, serta pengecoran aluminium atau pengiriman lebih lanjut dalam bentuk cair.
Limbah yang telah diolah dilelehkan secara bertahap dalam tungku, dan garam cair tersebut menyerap kontaminan serta diperbarui bila diperlukan. Logam cair kemudian dipindahkan ke tungku penampung (konverter), di mana logam cair tersebut diproses secara metalurgi, dimurnikan lebih lanjut (direfinasi), dan dicampur dengan logam lain. Pemurnian dilakukan dengan memasukkan gas pemurnian (klorin, nitrogen, argon). Bahan yang terpisah dalam proses ini mengapung ke permukaan dan terpisah sebagai dross. Dross tersebut kemudian diproses dan dilebur kembali. Lelehan yang telah diproses kemudian dicetak menjadi balok atau disimpan dalam wadah berinsulasi untuk mengangkut cairan tersebut ke bengkel pengecoran.

Berdasarkan proses produksi saat ini, dalam proses daur ulang aluminium bekas, peleburan aluminium daur ulang dan pengolahan logam cair merupakan proses-proses kunci untuk menjamin kualitas metalurgi aluminium daur ulang. Modifikasi dan pemurnian dan penyulingan Lelehan aluminium sekunder tidak hanya dapat mengubah bentuk silikon dalam paduan aluminium-silikon serta memurnikan lelehan aluminium, tetapi juga dapat meningkatkan kinerja paduan aluminium secara signifikan.
Larutan aluminium dalam tungku peleburan dialirkan ke tungku pemurnian melalui tangki pengalihan untuk proses pemurnian, guna mewujudkan pengendapan dan pemurnian cairan aluminium. Nitrogen dimasukkan ke dalam cairan aluminium untuk menghasilkan gelembung, dan gelembung-gelembung ini digunakan untuk menyerap hidrogen terlarut serta inklusi selama proses pengapungan, serta menghilangkan hidrogen terlarut, inklusi oksida, dan inklusi non-logam dalam cairan aluminium. Tambahkan bahan pengubah ke dalam cairan aluminium yang sedang dilebur untuk meningkatkan sifat mekanis paduan aluminium.
Gunakan spektrometer untuk mendeteksi larutan aluminium dan menganalisis kandungan setiap unsur kimia. Untuk memastikan bahwa komposisi kimia bahan paduan memenuhi persyaratan teknis dan persyaratan pemrosesan bertekanan, sebagian ingot aluminium primer akan ditambahkan jika diperlukan. Setelah lulus uji, cairan aluminium yang telah dimurnikan dituangkan ke dalam cetakan.





















