Tujuan pemurnian aluminium cair adalah untuk menghilangkan gas (terutama hidrogen) dan kotoran padat (terutama alumina) yang terdapat dalam aluminium cair. Pemurnian aluminium cair memerlukan penggunaan zat yang dapat memisahkan aluminium oksida dan mengeluarkan hidrogen dari logam cair tersebut, namun tidak larut dalam aluminium cair itu sendiri. Zat pemurnian aluminium cair ini disebut flux.

Berdasarkan fungsinya, fluks pemurnian aluminium cair dapat dibedakan menjadi fluks penutup yang mencegah oksidasi dan terhirupnya aluminium cair; sebuah penghilang terak yang memfasilitasi pemisahan oksida dan aluminium cair ke dalam lapisan busa; dan sebuah fluks penghilang gas yang mengeluarkan hidrogen yang terlarut secara jenuh berlebih dalam aluminium cair. Dalam proses peleburan paduan aluminium-magnesium, fluks penutup juga berfungsi mencegah penguapan magnesium dari aluminium cair. Namun, dalam peleburan aluminium murni, fluks penutup umumnya tidak digunakan, karena lapisan oksida pada permukaan kolam cair memiliki kemampuan isolasi yang lebih baik, yang dapat mencegah cairan aluminium di dalam kolam cair terus teroksidasi dan terserap tanpa perlu pengadukan yang keras.
Persyaratan dasar untuk fluks pemurnian pada dasarnya serupa dengan persyaratan untuk bahan penutup. Perbedaannya terletak pada fakta bahwa sebagai bahan pemurnian, fluks ini lebih menekankan pada sifat pemurniannya serta kemampuannya untuk terpisah dari logam cair. Sifat pemurnian fluks mengacu pada kemampuannya untuk menyerap dan melarutkan inklusi oksida dalam aluminium cair.
Flux penutup harus berbentuk bubuk agar dapat disebarkan dan meleleh dengan cepat untuk membentuk lapisan penutup. Sedangkan flux pemurnian harus berbentuk butiran agar waktu pemurnian dapat diperpanjang dan penggunaan flux tersebut menjadi optimal serta efektif.
Ketika gas inert digunakan untuk proses peniupan udara dan pemurnian, gas ini memiliki keunggulan berupa kemudahan pengoperasian, ramah lingkungan, aman, serta biaya yang rendah. Saat mengalirkan gas inert dan memasukkan sejumlah bubuk fluks, permukaan gelembung dikelilingi oleh lapisan fluks cair, yang tidak hanya memutus kontak kelembapan dan oksigen dalam gelembung dengan aluminium cair, tetapi juga mencegahnya membentuk lapisan oksida. Selain itu, meskipun oksida terbentuk, oksida tersebut akan diserap oleh lapisan fluks, sehingga secara efektif meningkatkan efektivitas proses pemurnian.






