Ujung coran keramik, sebagai “komponen tenggorokan” yang mengalirkan logam cair aluminium ke dalam mesin pengecoran kontinu dan pabrik penggilingan berkapasitas tinggi, memainkan peran yang sangat penting. Apabila terjadi masalah seperti penyumbatan pada nosel pengecoran, mesin hanya dapat dimatikan untuk penggantian, yang mengakibatkan terganggunya produksi, pemborosan tenaga kerja dan sumber daya material, serta penurunan efisiensi produksi.

Proses pengecoran dan penggulungan berkelanjutan berkapasitas tinggi (HTCR) memiliki keunggulan berupa proses yang singkat, hemat energi, biaya produksi rendah, dan sebagainya, serta telah diterima dan diterapkan oleh semakin banyak perusahaan di berbagai negara. Cairan aluminium hasil elektrolisis melewati mesin pengecoran kontinu berkapasitas tinggi dan proses penggulungan kontinu tiga tahap dalam kondisi panas untuk langsung membentuk slab dengan ketebalan 2 mm hingga 8 mm, di mana aliran cairan aluminium dapat mencapai 50 t/jam.
Seiring dengan perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, telah dicapai kemajuan yang luar biasa dalam pengolahan aluminium cair. Dalam proses produksi HTCR, serangkaian perlakuan degassing dan filtrasi dilakukan pada cairan aluminium elektrolitik untuk menghilangkan inklusi di dalamnya, sehingga diperoleh cairan aluminium yang lebih bersih. Hingga batas tertentu, untuk memastikan bahwa cairan aluminium tersebut melewati nozel pengecoran berjalan lancar, namun penyumbatan pada nosel masih menjadi masalah utama yang dihadapi dalam proses produksi paduan aluminium HTCR.
Proses pengecoran-penggulungan menuntut struktur internal ujung coran keramik: ketika logam cair mengalir melaluinya, jalur alirannya harus optimal dan tidak ada sudut mati. Logam cair harus terdistribusi secara merata di antara celah-celah rol, dan suhu logam cair yang masuk ke celah rol harus seragam. Melalui analisis dan penelitian, dengan mempertimbangkan bahwa bagian pemisah harus secara bertahap bertambah di dalam nosel, dan bagian saluran keluar harus yang terkecil, serta kerataan blok pemisah, diputuskan untuk menggunakan ketinggian yang sama di ujung depan dan belakang nosel, dan hanya memasang bidang miring ke atas dan ke bawah di pintu keluar nosel. Untuk memperkecil luas penampang ujung keluar nosel, desain dan pemrosesan nosel menjadi jauh lebih sederhana.





















