Filter busa keramik digunakan sebagai filter di pengecoran aluminium Dubai; filter ini dapat secara efektif menyaring inklusi padat non-logam primer dan sekunder dalam logam cair. Filter busa keramik berkualitas tinggi memainkan peran yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas coran. Filter ini dapat secara efektif mengurangi lubang terak, meningkatkan sifat mekanis pada sisa pemesinan, memperbaiki permukaan coran, serta memperpanjang masa pakai.
Filter busa keramik adalah produk keramik khusus dengan struktur jaringan tiga dimensi yang menggunakan busa poliuretan sebagai bahan baku, dicelupkan dalam proses pencetakan dengan bubur bahan tahan api, dan disinter pada suhu tinggi.

Filter pengecoran aluminium Dubai terbuat dari bahan baku utama, yaitu Aluminium Oksida. Filter Busa Keramik Alumina terutama digunakan untuk penyaringan aluminium dan paduan aluminium di pabrik pengecoran dan ruang pengecoran. Dengan ketahanannya yang sangat baik terhadap serangan dan korosi dari aluminium cair, filter ini dapat secara efektif menghilangkan inklusi, mengurangi gas yang terperangkap, dan menghasilkan aliran laminar, sehingga logam yang telah disaring menjadi jauh lebih bersih.
Dubal mengoperasikan salah satu kompleks produksi aluminium di lokasi tunggal terbesar di dunia.
Dibangun di atas lahan seluas 480 hektar, kompleks pabrik peleburan berteknologi mutakhir ini terdiri dari 1.573 sel reduksi yang tersusun dalam tujuh jalur produksi, pembangkit listrik berkapasitas 2.350 megawatt, pabrik desalinasi yang menghasilkan 113,5 juta liter air suling dan air minum setiap hari, serta berbagai fasilitas lainnya termasuk pabrik karbon, pabrik pengecoran, dan pelabuhan. Pabrik peleburan ini menghasilkan lebih dari 1 juta ton aluminium cair per tahun.
Untuk memperoleh cairan aluminium murni, Dubai Aluminum harus melakukan proses pemurnian aluminium cair. Filter keramik berbusa umumnya digunakan dalam proses penyaringan aluminium cair. Ketika aluminium cair mengalir melalui pori-pori keramik berbusa, kotoran di dalamnya terendap pada dinding pori-pori akibat pengaruh tekanan fluida, inersia, intersepsi, tabrakan, dan adsorpsi, sehingga aluminium cair yang bersih dapat masuk ke pabrik pengecoran.
Efisiensi filtrasi dari papan keramik berbusa berkaitan langsung dengan diameter mikropori-mikropori tersebut, namun diameter partikel kotoran yang terperangkap jauh lebih kecil daripada diameter rata-rata mikropori-mikropori tersebut. Sebuah pelat filter dengan 12 lubang per cm dan ketebalan 50 mm dapat menyaring 80% kotoran seperti terak berukuran di atas 100 um. Pelat keramik berbusa biasanya diganti sekali per proses pemanasan untuk memastikan kapasitas aliran aluminium cair dan mencegah partikel kotoran serta terak yang mengendap di saluran aliran masuk kembali ke dalam aluminium cair.


















