Flux untuk Pengecoran Aluminium, Flux untuk Peleburan Aluminium, Flux Penghilang Kotoran

Flux pengecoran aluminium yang digunakan dalam produksi sebenarnya memiliki tiga fungsi, yaitu adsorpsi, pelarutan, dan pembentukan terak. Efektivitas penghilangan terak bergantung pada suhu pemurnian, waktu, dan sifat-sifat flux.

Flux untuk Pengecoran Aluminium

Suhu Pemurnian

Ketika fluks penghilang sisa aluminium Jika faktor lain tetap konstan, faktor utama yang memengaruhi penghilangan terak adalah suhu. Meningkatkan suhu pemurnian juga bermanfaat untuk pembentukan terak adsorpsi. Hal ini karena ketika suhu tinggi, viskositas logam menjadi rendah, sehingga meningkatkan kemampuan basah fluks serta kecepatan terak yang terperangkap untuk mengapung atau tenggelam. Namun, suhu pemurnian yang terlalu tinggi dapat menghambat proses penghilangan gas dan berpotensi menyebabkan butiran logam menjadi kasar. Oleh karena itu, saat mengatur suhu pemurnian, baik penghilangan terak maupun penghilangan gas harus dipertimbangkan. Umumnya, suhu tinggi digunakan untuk penghilangan terak dan pemurnian. Kemudian, proses penghilangan gas dilakukan pada suhu yang lebih rendah. Terakhir, bahan isolasi dibiarkan mengendap. Aluminium dan paduan aluminium umumnya menggunakan suhu pengecoran ditambah 20–30°C sebagai suhu pemurnian.

Sifat-sifat Fluks dalam Pengecoran Aluminium

Kemampuan fluks dalam membentuk terak sangat tinggi, dan efektivitasnya dalam menghilangkan terak juga baik. Kemampuan fluks untuk menyerap, melarutkan, dan mengikat pembentukan terak berkaitan dengan struktur, sifat, serta titik lelehnya. Praktik menunjukkan bahwa semakin rendah titik leleh dan tegangan permukaan fluks, semakin kuat kemampuannya untuk menyerap terak. Telah ditemukan bahwa seiring bertambahnya jari-jari kation atau anion fluks, titik leleh dan tegangan permukaan fluks tersebut menurun.

Pemurnian Aluminium Cair

Waktu Penggunaan Fluks pada Pengecoran Aluminium

Pengaruh proses pemurnian dan penghilangan terak tidak hanya berkaitan dengan suhu dan jenis fluks, tetapi juga berkaitan dengan waktu pemurnian. Umumnya, setelah penambahan fluks pemurnian dan setelah diaduk secara merata, cairan aluminium sebaiknya didiamkan selama beberapa saat. Hal ini agar fluks dan terak dapat mengapung ke permukaan cairan atau tenggelam ke dasar.

Faktor-Faktor Lainnya

Adsorpsi fluks dan penghilangan terak merupakan proses yang rumit. Semakin luas luas permukaan kontak antara pelarut dan terak, semakin optimal pula proses adsorpsi, pelarutan, dan interaksi kimia di antara keduanya. Partikel terak atau partikel pelarut yang menyerap terak tersebut akan menggumpal dan membesar akibat tabrakan, yang dapat mempercepat proses pemisahan dari logam cair. Oleh karena itu, fluks berbentuk bubuk biasanya digunakan dalam produksi dan diaduk secara menyeluruh dalam logam cair, guna meningkatkan luas permukaan kontak serta probabilitas tabrakan antara fluks dan inklusi terak.

, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply