Filter busa keramik telah menjadi bahan filter yang paling banyak digunakan di industri aluminium dunia, termasuk di pabrik pengecoran Assan Alüminyum.
Assan Alüminyum, salah satu produsen terkemuka di dunia dalam industri aluminium gulungan datar, telah memproduksi produk-produk aluminium berupa gulungan dan lembaran, foil, serta aluminium yang telah dicat sebelumnya. Filter keramik berkualitas tinggi memainkan peran yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas foil aluminium di Pabrik Pengecoran Assan Alüminyum.
Hasil pengujian membuktikan bahwa penyaringan aluminium cair dapat mengurangi tingkat kerusakan pada foil aluminium setebal 6um yang terbuat dari 44% selama proses penggulungan akhir. Filter keramik berbusa untuk pengecoran Assan Alüminyum biasanya diganti sekali per proses pemanasan untuk memastikan kapasitas aliran aluminium cair, serta mencegah partikel kotoran dan terak yang menumpuk di pori-pori filter masuk kembali ke dalam aluminium cair.

Efisiensi filtrasi dari papan filter keramik berbusa berkaitan langsung dengan diameter mikropori, namun diameter partikel yang terperangkap jauh lebih kecil daripada diameter rata-rata mikropori. Sebuah pelat filter dengan 12 lubang per cm dan ketebalan 50 mm dapat menghilangkan 80% kotoran seperti terak berukuran lebih dari 100 um. Untuk meningkatkan efisiensi filtrasi, jaring serat kaca juga dapat digunakan untuk filtrasi kasar, kemudian papan keramik berbusa untuk filtrasi halus.
Ukuran dan rentang porositas filter yang ada saat ini dapat memenuhi persyaratan pengecoran untuk semua paduan aluminium. Penggunaan filter busa keramik ini sederhana dan efektif, dengan biaya rendah, serta merupakan metode yang efektif untuk menghilangkan inklusi non-logam dari aluminium cair.
Filter busa keramik memiliki jaringan pori-pori yang berkelanjutan, yang terbentuk melalui proses pencelupan bubur keramik, pengeringan, dan pembakaran pada suhu tinggi. Sejumlah besar pori-pori yang saling terhubung tersebar secara merata di seluruh bahan filter. Ketika aluminium cair mengalir melalui jalur-jalur berliku yang menyerupai labirin ini, inklusi-inklusi terserap ke dalam pori-pori filter. Namun, penting agar laju aliran logam berada dalam kisaran optimal dan luas filtrasi efektif total dapat dimanfaatkan sepenuhnya. Jika bahan filter tidak merata dan terdapat pori-pori yang rusak, laju aliran logam melalui filter akan meningkat, yang akan menyebabkan inklusi tidak dapat ditangkap sepenuhnya, atau kotoran yang terperangkap akan terbawa arus.





















