Penyaringan Logam Cair | Filter Busa Keramik

Saat ini, penggunaan industri terbesar dari keramik busa adalah sebagai filter untuk logam cair. Dalam proses peleburan dan pengecoran logam, karena berbagai alasan, terdapat berbagai bentuk inklusi dalam logam cair. Jumlah, bentuk, ukuran, dan distribusi inklusi tersebut akan berdampak buruk pada kekuatan, plastisitas, dan ketangguhan coran, serta mudah menyebabkan coran mengalami cacat, seperti pori-pori, inklusi terak, dan retakan. Oleh karena itu, penggunaan berbagai metode pemurnian untuk meningkatkan kemurnian logam telah mendapat perhatian luas di industri ini. Kondisi penggunaan dari saringan logam cair kondisinya cukup ekstrem, dan media filter harus memiliki kekuatan yang memadai pada suhu tinggi, ketahanan terhadap guncangan termal, serta ketahanan terhadap erosi logam, dan tidak boleh terjadi reaksi pada suhu tinggi dengan logam cair.

Penyaringan dengan Filter Logam Cair

Yang filter busa keramik Memiliki struktur produk yang stabil berkat ikatan kovalen dan ikatan ionik kompleks, sehingga memiliki karakteristik ketahanan terhadap suhu tinggi, ketahanan terhadap korosi, ketahanan terhadap keausan, serta stabilitas termal yang baik. Pada saat yang sama, struktur kerangka jaringan tiga dimensi yang unik ini dapat memberikan produk luas permukaan spesifik yang tinggi, kekuatan spesifik yang tinggi, kehilangan tekanan fluida yang rendah, serta efisiensi adsorpsi pengotor yang tinggi. Saat fluida mengalir melalui pori-pori, permukaan matriks keramik busa akan menghasilkan efek fisik yang kompleks, yang dapat menyerap dan memisahkan sebagian besar inklusi serta beberapa pengotor gas yang tersuspensi dalam logam cair, sehingga meningkatkan sifat mekanis produk, mengurangi tingkat limbah pengecoran, dan memperpanjang masa pakai logam.

Metode impregnasi busa organik saat ini merupakan metode yang paling matang untuk produksi industri CFF guna penyaringan logam cair. Metode ini juga dikenal sebagai metode impregnasi prekursor organik. Prosesnya adalah dengan melapisi bubur keramik yang telah disiapkan secara merata pada busa organik berpori, kemudian membakar bahan organik tersebut untuk menghasilkan CFF. Ukuran pori terutama bergantung pada ukuran pori busa organik, ketebalan lapisan bubur keramik, serta penyusutan akibat pengeringan dan sintering pada bubur keramik tersebut. Metode ini sederhana, mudah dioperasikan, tidak memerlukan peralatan yang rumit, dan memiliki biaya produksi yang rendah. Ini merupakan proses pembuatan CFF yang ekonomis dan praktis dengan prospek pengembangan yang luas.

Leave a Reply