Saat ini, tingkat kualitas produk aluminium foil perusahaan tersebut hanyalah cerminan dari tingkat kualitas aluminium cair hasil pengecoran dan penggulungan, yang tergolong dalam kelas kedua jika dibandingkan dengan produsen-produsen terkemuka. Dalam hal pemurnian logam cair, proses tersebut pada dasarnya sudah dapat memenuhi persyaratan untuk produksi massal produk-produk tersebut.

Namun, terdapat beberapa kelemahan dalam proses pemurnian logam cair, peralatan, dan manajemen guna meningkatkan kualitas produk dan menghasilkan aluminium foil berkualitas tinggi. Hal ini terutama tercermin dalam aspek-aspek berikut:
- Injeksi logam: terdapat perbedaan besar antara tungku peleburan dan tungku diam, serta pembentukan terak dan hisapan udara merupakan masalah serius.
- Sistem pasokan aliran: isolasi pada unit degassing dan saluran aliran tidak optimal; pengaturan suhu lelehan terkadang terlalu tinggi atau terlalu rendah, yang mengakibatkan saluran aliran mengalami pembakaran dan pemanasan, serta peningkatan penyerapan hidrogen dan oksidasi logam.
- Baik dalam proses degassing tungku (tungku statis) maupun degassing on-line, digunakan gas inert tunggal, yaitu argon. Gas inert tidak bereaksi dengan aluminium pada suhu peleburan umum. Karena gelembung-gelembung besar yang ditiupkan dan kecepatan mengapung yang cepat, hidrogen dalam gelembung tidak dapat mencapai keseimbangan, yaitu naik ke permukaan, sehingga efek penghilangan gas tidak ideal.
- Penyaringan: saat ini, filter busa keramik digunakan dalam filter, dan tingkat ketepatannya berkisar antara 30–50 ppi. Karena dimensi bagian dalam kotak filter sulit dipertahankan sesuai ukuran aslinya setelah digunakan dalam jangka waktu tertentu, ditambah lagi adanya terak yang jatuh dari pelat filter. Untuk produksi aluminium foil berkualitas tinggi, akurasi penyaringan sulit dicapai dan stabilitasnya buruk.
- Operasi yang tidak sesuai standar dan manajemen yang kurang optimal: hal ini terutama mengacu pada proses pelepasan gas dalam pemurnian dengan tungku statis, termasuk besaran volume gas, waktu pemurnian, metode operasi, dan sebagainya, serta hasil pemurnian tidak dapat stabil dan konsisten antar tim dan personel.
- Kecepatan rotor dan laju aliran gas (ukuran gelembung) pada degasser tidak terstandarisasi dan tidak stabil, sehingga proses degassing secara online tidak ideal.
Untuk meningkatkan kualitas logam cair, penting untuk memahami mekanisme pemurnian logam cair. Proses penghilangan gas dalam pemurnian logam cair bersifat saling melengkapi. Penghilangan terak juga dilakukan dalam proses penghilangan gas, dan penghilangan terak ini bermanfaat bagi proses penghilangan gas. Saat ini, penghilangan gas pada logam cair dalam pengolahan aluminium pada dasarnya dilakukan dengan metode apung, dan terak dihilangkan menggunakan saringan kawat, pelat filter keramik, atau filter tabung.






