Proses Penghilangan Gas Rotari pada Logam Cair yang Diusulkan oleh South Africa Aluminum

Bagaimana mesin pengecoran aluminium di Afrika Selatan memanfaatkan rotor degassing rotari canggih untuk logam cair guna menekan biaya dan meningkatkan kualitas logam.

Untuk mempertahankan posisinya di industri otomotif global, produsen pengecoran aluminium Afrika Selatan harus memenuhi atau bahkan melampaui spesifikasi teknis yang lebih ketat guna menghasilkan logam berkualitas lebih baik dan lebih murni. Teknologi yang mampu menghilangkan kotoran dari logam cair semakin penting bagi pabrik pengecoran dan telah digunakan secara luas di seluruh industri ini. Salah satu teknik yang paling efektif dan karenanya paling umum digunakan di pabrik pengecoran adalah logam cair sistem penghilangan gas tipe rotari.

Kualitas logam dalam aluminium cair dan paduan aluminium sangat bergantung pada adanya pengotor, biasanya berupa hidrogen terlarut dan inklusi padat non-logam. Saat logam mendingin, hidrogen terlarut tersebut keluar dari larutan dan membentuk pori-pori yang merugikan. Porositas ini serta inklusi padat non-logam mengurangi kekuatan dan berdampak negatif terhadap kinerja akhir coran yang terbuat dari aluminium.

Teknologi degassing rotari logam cair menghilangkan komponen-komponen yang tidak diinginkan ini dengan cara mengalirkan gas, biasanya nitrogen, melalui logam cair. Gas tersebut biasanya dimasukkan melalui rotor degassing, yang memperkecil ukuran gelembung dan menyebarkan gas nitrogen ke seluruh bak logam cair. Saat gelembung yang terbentuk naik melalui massa logam cair, gelembung tersebut menyerap hidrogen yang terlarut dalam logam dan mengeluarkannya dari logam cair. Selain itu, partikel padat non-logam tersapu ke permukaan untuk kemudian dibuang melalui proses skimming.

Penghilangan Gas Logam Cair dengan Metode Rotari

Aluminum Die Casting Casters berlokasi di Afrika Selatan dan merupakan anak perusahaan dari Die Casting Group, yang menggunakan paduan aluminium untuk memproduksi suku cadang otomotif. Proses peleburan dilakukan dalam tungku induksi berdaya 200 kW, dengan kapasitas produksi sebesar 350 kg. Proses peleburan ini dirancang untuk mengubah saluran aliran dan kelebihan logam cair dalam peralatan produksi menjadi cairan sesuai spesifikasi paduan tertentu guna mempersiapkan proses produksi. Selama proses persiapan, dross dihilangkan dari aliran aluminium cair, dan aliran tersebut didegasifikasi dengan nitrogen untuk menghilangkan hidrogen yang mungkin terperangkap dalam logam cair.

Pengoperasian dan pemeliharaan yang cermat dapat memaksimalkan masa pakai rotor.

  • Perawatan dan pemeliharaan yang tepat merupakan kunci untuk memaksimalkan masa pakai rotor deaerasi.
  • Setelah proses penghilangan gas selesai, lepaskan probe sambil tetap membiarkan nitrogen mengalir melalui probe untuk memastikan saluran tetap tidak tersumbat dan untuk membersihkan sisa-sisa aluminium yang berlebih.
  • Setelah probe agak mendingin, gunakan sikat kawat untuk menghilangkan sisa aluminium atau kerak pada probe, lalu biarkan mendingin secara alami.
  • Lapisi probe degassing secara teratur untuk mempermudah proses pembersihan, karena hal ini membantu mencegah endapan aluminium dan timah menempel pada probe serta memperpanjang masa pakainya.

Leave a Reply