Equipment-sales@aluminiumceramicfiber.com Pemurnian Online

Peralatan pemurnian daring merupakan metode pemurnian logam cair yang canggih. Logam cair aluminium dari aluminium primer, skrap, dan limbah yang dilebur ulang harus dimurnikan sebelum dituang menjadi ingot, slab, atau batang. Hal ini dapat dilakukan dengan menghembuskan gas yang tidak reaktif secara kimia, seperti nitrogen atau argon, ke dalam logam cair aluminium. Dalam kebanyakan kasus, gas halogen juga digunakan, biasanya klorin. Perawatan ini dapat menghilangkan hidrogen terlarut, logam alkali (seperti natrium, kalium, dan litium), logam alkali tanah (seperti kalsium), serta partikel padat kecil seperti oksida aluminium dan pengotor non-logam lainnya.

Peralatan Pemurnian Online

Banyak perusahaan produksi dan pengolahan aluminium primer menggunakan peralatan pemurnian daring AdTech. Dalam metode pengolahan ini, efektivitas gas hasil pemurnian meningkat seiring dengan bertambahnya luas permukaan kontak total antara gas dan logam. Efektivitas gelembung juga meningkat seiring dengan penyebarannya ke seluruh cairan aluminium yang sedang diproses. Cara yang sangat efektif untuk mengurangi ukuran gelembung dan menyebarkannya secara merata adalah dengan menggunakan nozzle berputar yang dipasang di dalam cairan aluminium. Kecepatan pemurnian sistem nozzle berputar dapat ditingkatkan dengan meningkatkan kecepatan aliran udara yang digunakan. Selain itu, biasanya diperlukan peningkatan kecepatan putaran nozel untuk terus menghasilkan gelembung-gelembung kecil yang diinginkan dan menyebarkannya ke seluruh lelehan aluminium di zona pemurnian sistem. Peningkatan aliran udara dan kecepatan putaran nozel ini biasanya disertai dengan peningkatan turbulensi dan gejolak pada permukaan lelehan aluminium. Oleh karena itu, kecepatan pemurnian maksimum dari suatu sistem pemurnian tertentu dibatasi oleh laju aliran maksimum yang diperbolehkan serta turbulensi atau ketidakrataan permukaan.

Pada dasarnya, ini proses pemurnian daring adalah untuk menyebarkan gas yang ditiup ke seluruh cairan logam dalam bentuk gelembung-gelembung yang sangat kecil. Hidrogen masuk ke dalam gelembung-gelembung tersebut melalui proses desorpsi dan kemudian dihilangkan, sedangkan pengotor non-logam lainnya mengapung ke lapisan busa di permukaan cairan logam berkat gaya apung. Logam alkali dihilangkan melalui reaksi kimia dengan anion gas halogen. Peralihan hidrogen dari logam cair ke gelembung gas inert didorong oleh perbedaan tekanan parsial. Hidrogen memiliki tingkat dispersi yang tinggi dalam lelehan aluminium, dan proses peralihan ini terutama terjadi di antarmuka. Oleh karena itu, semakin besar luas antarmuka, semakin singkat waktu yang dibutuhkan untuk mencapai tingkat pengeluaran gas tertentu.

Pada saat yang sama, semakin luas luas antarmuka, semakin besar peluang gelembung untuk bertemu dan menangkap kotoran. Oleh karena itu, semakin luas luas antarmuka, semakin tinggi efisiensi pemurniannya. Penyebaran gas tiup dilakukan oleh nosel berputar, yang dapat menyebabkan lelehan menghasilkan turbulensi yang besar. Aliran turbulen ini dapat membuat partikel non-logam kecil menggumpal menjadi agregat besar, yang kemudian didorong oleh gelembung untuk mengapung ke permukaan logam cair. Turbulensi ini juga dapat membuat gelembung-gelembung kecil bertabrakan satu sama lain dan membesar. Aliran turbulen dalam logam ini juga membantu menjaga tangki tetap bebas dari endapan dan penumpukan oksida. Pengotor non-logam yang mengapung di dalam logam dibuang bersama busa, sedangkan hidrogen yang teradsorpsi dari logam dikeluarkan bersama gas buang.

Leave a Reply