Pemurnian Aluminium Daur Ulang, Pengecoran Aluminium Daur Ulang

Saat ini, aluminium merupakan logam non-besi yang paling banyak digunakan di dunia, dan produk-produk aluminium digunakan secara luas di berbagai bidang perekonomian nasional. Dibandingkan dengan produksi aluminium elektrolitik, penggunaan aluminium daur ulang dapat menghemat 95% energi, seperti air dan listrik. Gas buang dan limbah yang dihasilkan dalam proses produksi lebih sedikit, sehingga polusi lingkungan pun berkurang secara signifikan. Di sisi lain, penggunaan aluminium daur ulang yang telah dimurnikan juga dapat menurunkan biaya produksi produk paduan aluminium, yang memberikan manfaat sosial dan ekonomi yang baik.

Pemurnian Aluminium Daur Ulang

Tujuan utama peleburan paduan aluminium adalah untuk memperoleh cairan paduan aluminium dengan kemurnian tinggi dan komposisi kimia yang memenuhi persyaratan produksi melalui perancangan proses peleburan yang tepat. Peleburan paduan aluminium daur ulang dilakukan dengan melebur kembali bahan limbah aluminium yang telah diolah sebelumnya dan serpihan aluminium di dalam tungku peleburan, serta melakukan proses degassing, penghilangan terak, modifikasi, pemurnian, dan proses lainnya selama proses peleburan, sehingga diperoleh cairan aluminium dengan komposisi kimia yang memenuhi persyaratan, dan akhirnya dicetak menjadi ingot. Bahan baku aluminium daur ulang umumnya berupa bahan limbah yang tercampur dengan berbagai paduan dan komposisinya tidak jelas. Untuk menghasilkan cairan berkualitas tinggi bagi produksi ingot, limbah tersebut perlu dilebur dan dibersihkan dari kotoran berbahaya, gas, serta oksida melalui cara-cara tertentu.

Proses peleburan dan pengecoran aluminium daur ulang adalah sebagai berikut: pengisian bahan baku → peleburan (penambahan unsur paduan seperti silikon, tembaga, dan seng) → penghilangan terak → penambahan magnesium dan berilium (jika diperlukan) → pencampuran → pengambilan sampel → penyesuaian komposisi → pemurnian → penghilangan terak → konverter → modifikasi dan penahanan → pemurnian → pengecoran.

Pemurnian Aluminium Daur Ulang

Pemurnian dan Penyempurnaan Aluminium Daur Ulang merupakan proses yang sangat penting dalam peleburan aluminium daur ulang, dan metode yang paling umum digunakan adalah injeksi bubuk dan pemurnian dengan gas inert. Saat ini, metode yang paling umum digunakan bahan pemurnian yaitu garam klorin dan garam fluorin, serta Cl₂ atau C₂Cl₆ juga dapat digunakan. Meskipun bahan pemurnian ini memiliki efek pemurnian dan penyempurnaan yang baik, produk sampingan seperti AlCl₃ dan HCl akan menimbulkan kerusakan besar pada tubuh manusia, lingkungan, dan peralatan. Namun, jika N₂, Ar, dan gas inert lainnya dipilih sebagai agen pemurnian, efek pemurniannya tidak terlalu baik. Saat ini, teknologi yang lebih canggih adalah memodifikasi, memurnikan, dan mengolah aluminium daur ulang dengan menggunakan paduan tanah jarang, serta memanfaatkan sepenuhnya interaksi antara unsur-unsur tanah jarang dan lelehan aluminium, sehingga dapat mewujudkan pengolahan terpadu berupa pemurnian, pengolahan, dan modifikasi lelehan aluminium. Metode pemurnian ini sederhana dan efisien, serta dapat secara efektif meningkatkan kualitas metalurgi aluminium daur ulang; selain itu, tidak ada gas buang berbahaya maupun produk sampingan lainnya yang dihasilkan selama proses pengolahan. Selain itu, proses pemurnian gabungan, seperti penyaringan garam klorin dan aliran argon, lebih unggul dibandingkan pemurnian tunggal.

, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *