Degasser Rotor Berputar - sales@aluminiumceramicfiber.com

Ada banyak jenis degasser, tetapi sebagian besar pabrik pengecoran aluminium menggunakan degasser rotor berputar.

Rotor menyemprotkan reaktan yang aktif secara kimia (biasanya klorin atau garam padat sebagai fluks) yang dicampur dengan gas pembawa (seperti argon atau nitrogen) dalam bentuk gelembung-gelembung halus, lalu masuk ke dalam logam cair. Kunci dalam mengoperasikan peralatan semacam itu untuk mencapai efisiensi optimal terletak pada desain rotor dan penerapan praktik yang tepat.

Desain dan praktik ini dapat menghasilkan ukuran gelembung yang lebih kecil serta memperpanjang waktu tinggal gelembung di bawah permukaan. Sebuah degasser yang berfungsi dengan baik seharusnya mampu mengurangi konsentrasi hidrogen yang masuk setidaknya sebesar 50%. Selain itu, kandungan logam alkali dan inklusi juga harus dikurangi. Namun, meskipun degasser akan menghilangkan sebagian inklusi, proses filtrasi dapat menghilangkan sebagian besar inklusi tersebut.

Penghilang Gas dengan Rotor Berputar

Mengurangi kandungan hidrogen (gas) pada lelehan aluminium sebelum pengecoran merupakan salah satu aspek terpenting dalam pengendalian mutu pengecoran. Proses penghilangan hidrogen ini disebut degassing. Salah satu metode degassing yang paling efektif adalah dengan menggunakan gas inert kering (seperti nitrogen, argon, atau campuran khusus) untuk degasser inert berputar.

Penghilangan gas dari aluminium berdasarkan prinsip berikut: Hidrogen terlarut akan berpindah dari daerah dengan konsentrasi tinggi (di dalam logam cair) ke daerah dengan konsentrasi rendah (di dalam gas inert). Hidrogen akan tersebar di dalam logam cair, sama seperti saat dilepaskan di ruang tertutup mana pun. Konsentrasinya akan tetap konstan di seluruh logam cair. Kecepatan migrasi hidrogen dalam aluminium cair hampir sama cepatnya dengan di udara. Oleh karena itu, tidak perlu memastikan setiap ons logam bersentuhan dengan gas inert. Efisiensi degassing aluminium bergantung pada dua faktor, yaitu laju transportasi melintasi antarmuka logam/gas dan luas permukaan total yang dapat dilalui.

Prinsip kerja degasser rotor berputar adalah untuk meningkatkan luas permukaan gas interkalasi yang terpapar pada logam. Semakin besar luas permukaan, semakin tinggi laju transfer dari logam ke gas inert. Untuk volume gas tertentu, semakin kecil ukuran gelembung, semakin besar luas permukaannya. Sebagai contoh, gelembung dengan diameter 1 inci memiliki luas permukaan sebesar 6 inci persegi. Jika gelembung yang sama dibagi menjadi gelembung-gelembung berdiameter 1/16 inci, luas permukaannya akan meningkat menjadi 96 inci persegi. Dengan kata lain, jika volume gas yang digunakan sama dan diameter gelembung dikurangi menjadi 1/16 dari diameter aslinya, luas permukaan total akan meningkat 16 kali lipat. Gelembung yang lebih kecil menimbulkan gangguan yang lebih sedikit pada permukaan logam cair, sehingga mengurangi penyerapan hidrogen tambahan di lingkungan yang lembap.

Leave a Reply