Filter Keramik Cor, Pemurnian dan Penyaringan Aluminium Cair

Filter keramik cor terdiri dari banyak pori-pori mikro yang seragam dan berjumlah banyak. Ketika cairan aluminium mengalir melalui pori-pori mikro tersebut, partikel tersuspensi terperangkap di permukaan media filter, sedangkan cairan mengalir melalui saluran-saluran pori mikro tersebut untuk menghasilkan berbagai efek fisik, sehingga dapat mencapai efek filtrasi mekanis, pemurnian, difusi, dan fluidisasi.

Saringan logam dan kain saring serat hanya dapat menghilangkan inklusi berukuran besar dalam lelehan paduan aluminium, tetapi tidak dapat menghilangkan inklusi yang berukuran di bawah tingkat mikron. Saringan logam juga akan mencemari paduan aluminium. The pelat filter busa keramik dapat menyaring inklusi-inklusi halus dan secara signifikan meningkatkan sifat mekanis serta kualitas penampilan coran.

Filter Keramik Cor

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa selain menghilangkan terak, penggunaan filter keramik cor juga dapat mengurangi kadar hidrogen dalam lelehan aluminium. Berkat efektivitasnya yang baik dalam menghilangkan terak, pengoperasian yang sederhana, kemudahan dalam dipadukan dengan komponen lain, serta biayanya yang rendah, metode ini telah menjadi metode pemurnian konvensional dalam industri pengolahan aluminium.

Proses produksi aluminium terdiri dari penambangan bauksit, produksi alumina, elektrolisis aluminium, peleburan, dan pengecoran, serta tahapan produksi lainnya.

Bijih bauksit terlebih dahulu ditambang, kemudian bubuk bijih aluminium dihasilkan melalui proses-proses seperti pencucian dengan air dan penggilingan, dan selanjutnya alumina diperoleh melalui empat proses kompleks seperti pemanggangan.

Produsen alumina telah menerapkan berbagai proses produksi dalam kegiatan produksinya, yang terutama meliputi proses Bayer, proses sintering soda-kapur, dan proses gabungan Bayer-sintering. Secara umum, bauksit berkualitas tinggi diproduksi dengan metode Bayer, sedangkan bauksit berkualitas menengah dan rendah diproduksi dengan metode gabungan atau metode sintering. Berkat prosesnya yang sederhana dan konsumsi energinya yang rendah, proses Bayer telah menjadi metode terpenting yang digunakan dalam produksi alumina saat ini, dan produksinya menyumbang sekitar 95% dari total produksi alumina global.

Alumina melarutkan logam aluminium melalui proses elektrolisis di bawah pengaruh arus listrik yang kuat, dan proses ini disebut aluminium elektrolitik.

Dalam bidang metalurgi, penggunaan pelat saringan busa keramik untuk menghilangkan kotoran asing dalam cairan aluminium, seperti terak dan inklusi, merupakan salah satu metode pemurnian cairan yang paling efektif.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *